Short Notes



                Sebuah catatan di pagi nan berkah ini
                Adalah isi hati yang tak mampu diuraikan dalam bentuk berjuta kata
                Hanya sepatah dua kata yang mampu terangkai
                Semoga bisa melukis rasa yang dirasa

Genap 13 hari tak menulis
Tak ada inspirasi?
Bukan alasan
Tak ada waktu?
Masih belum tepat untuk jadi alasan
Tak ada motivasi?
Apa lagi…

                Berbaik sangka pada diri
                Bahwa kata-kata hilang ntah kemana
                Baru menulis dua baris
                Sudah habis stock huruf
                Mungkin sudah saatnya ke pasar
                Untuk belanja huruf-huruf
                Juga sedikit bumbu-bumbu
                Agar bahan mentah menjadi lezat saat disantap pembaca :D
               

Bersama itu Indah :)



                Inspirasi dan bahan renungan bisa kita dapatkan dimanapun kita berada. Dari bacaan, nasehat atau lakon kehidupan didepan kita. Salah satu bahan renungan yang malam ini saya dapatkan adalah dari dua iklan televisi yang tanpa sengaja tertonton oleh saya. Yang pertama adalah iklan Oreo(biskuit coklat) yang terbaru. Dimana iklan ini menunjukkan bahwa dewasa ini manusia cenderung individualis bahkan dengan keluarganya sendiri. Sehingga hanya oreo lah yang bisa mengumpulkan mereka disatu meja. (see Iklan Oreo)
                Iklan kedua yaitu iklan teh sariwangi. Iklan ini yang membuat saya sedikit miris dan tersadar bahwa itulah realita kehidupan kita sekarang. Dimana dalam iklan tersebut seorang anak kecil yang sedang bermain masak-masakkan dan menyuguhkan teh kepada ayahnya yang sedang asik dengan pekerjaan di laptop, tapi sang ayah tak menghiraukan anaknya. Merasa sang ayah tak bisa diganggu dengan penuh harap si kecil menuju ke ibunya yang berada didapur yang sedang menelpon koleganya, sang ibu pun tak mengacuhkan si kecil dan mengisyaratkan bahwa si ibu sedang tidak bisa diganggu. Kemudian si kecil pun beringsut menuju kakaknya yang sedang asik dengan game di Ipad nya, tetap terjadi hal yang sama si kakak malah tak menyadari kehadiran adiknya dengan cangkir teh mungil di tangan si adik. Si kecil pun kembali dengan sedih ke meja bermainnya dengan menyuguhkan teh  kepada boneka beruang tersayangnya. Seakan-akan hanya boneka beruang lah yang mampu diajaknya bermain. Di iklan tersebut si ibu pun tersadar bahwa anaknya bermain sendiri sehingga ia mematikan handphone nya dan menyeduh teh untuk diminum oleh semua anggota keluarganya sehingga si kecilpun ceria kembali karena mereka berkumpul bersama menikmati teh.*
                Meski inti dari iklan tersebut adalah mempromosi brand mereka tapi ada sesuatu yang dapat kita simpulkan dari dua iklan diatas. Bahwasanya kita sangat sibuk dengan aktifitas diluar maupun didunia maya sehingga orang-orang terdekat kita merasa kehilangan. Padahal mereka tahu kita berada disamping mereka tapi jiwa kita tak bersama mereka. Oleh karena itu, luangkanlah waktu kita untuk orang-orang terdekat meskipun hanya 15 menit seperti pada iklan sariwangi tersebut. Tapi sangatlah aneh jika dalam 24 jam kita hanya mampu meluangkan 15 menit untuk keluarga kita,  mengapa tidak satu jam atau tiga jam duduk bersama menikmati makan malam bersama misalnya atau menghabiskan senja bersama atau apaun kegiatan yang membuat orang terdekat kita tidak merasa kehilangan sosok kita :). Dan suatu saat kita akan menyadari dan menyesal jika kita tlah jauh dari mereka dan menyesal bahwa kita tidak pernah punya waktu walau hanya sesaat untuk berbagi cerita dan tawa bersama mereka. Karena apapun itu kebersamaan memang sebuah hal yang indah.


*Sampai detik ini ini saya belum menemukan link iklan sariwangi tersebut, mungkin dari kawan-kawan ada yang dapat linknya mohon dishare ya :D


Alby Sayang :*



                Bagi mahasiswa/i PBI UIN Ar-Raniry pasti tidak akan asing sama sosok yang satu ini (kecuali yang tidak pernah ke ruang baca PBI :p). Imut, lucu, menggemaskan juga ngangenin jadi ciri khas cowok satu ini. Pasti pada penasaran kan?:D tadaaaa…namanya Alby lengkapnya Alby Alfayyadh. Umurnya akan genap satu tahun ketika pemilu nanti (9 april). Kenapa sih Alby jadi prince bagi om2 dan bunda2 nya di PBI? Karena tidak lain dan tidak bukan Alby merupakan sosok yang luar biasa. Bagaimana tidak, diusianya yang begitu muda ia sudah terbiasa mendengarkan diskusi2 dari para mahasiswa di ruang baca juga terbiasa dengan buku-buku bahasa inggris dan hebatnya lagi ia begitu serius mendengarkan listening TOEFL ketika test TOEFL prediction diadakan. Kalian juga penasarankan kok bisa anak umur segitu bisa masuk ke PBI :). Tenang sodara-sodara, alby bukan anak saya hehehe tapi alby merupakan putra dari salah seorang dosen kami. Jadi begitulah alby sering ikut mamahnya kekampus dan kami dengan senang hati bermain dengan Alby.
                Alby senangnya main dengan kertas dan pulpen. Tapi baru2 ini ada yang menarik perhatian alby dari kertas dan pulpen yaitu tablet. Susah juga anak umur segitu sukanya gadget2 orang dewasa. Tapi ngga masalah,  bagi bunda2 & om2 yang punya tablet atau Ipad atau sejenisnya jangan sering dikasih Alby ya...bukannya nggak boleh,tapi sayang mata alby lelah dengan cahaya dari gadget tersebut :). Alby juga paling suka makan sama kayak bundanya ini hehehe. Apapun yang kita makan pasti dimintanya apa lagi nasi padang :D…berhubung Alby nya masih kecil jadi makannya pasti sejenis bubur atau biskuit-biskuit bayi. Satu lagi, Alby tu dewasa banget…maklumlah lingkungan pergaulannya orang2 yang udah berkepala dua semua jadi wajar aja kalo Alby nggak cengeng seperti anak-anak kebanyakan lainnya.
                Sekarang Alby udah bisa merangkak dan udah punya empat gigi. Dia juga mulai kooperatif kalo diajak foto-foto hehehe habisnya kerjaan bundanya yang satu ini suka foto-foto bareng Alby. Juga bunda-bunda yang lain terutama aunty Bea yang suka banget motoin alby dengan berbagai gaya :D. Ah…Alby, semoga menjadi anak yang sholeh dan menjadi kebanggaan orang tua serta om2 & bunda2nya…jangan lupain bunda ya nak :) kan bunda dah jarang kekampus ni ceritanya hehehe. Smoga Allah masih memberikan kesempatan kita untuk sering main sama2 lagi.
                                                                                                                                          
                                                                                                                       Salam kangen & sayang

                                                                                                                                             
                                                                                                                        Bundes (Bunda Desy)
*sumber foto : Aunty Bea & Om Azis 


Alby & Bunda Desy
Alby & Discourse book *mhsiswa aja enggan bacanya tapi si Alby malah penasaran :D
Alby baru siap Gladi resik Wisuda hehehe

Kita diberi karena kita mampu, kita belum diberi karena kita belum mampu



                Kalimat diatas saya dapatkan ketika mengikuti sebuah seminar bertema “Jelajahi dunia Autis dan penanganannya”. Bagi saya kalimat tersebut memiliki makna yang sangat luas dan sangat dalam. Ia tidak hanya diaplikasikan oleh orang tua yang memiliki anak autis atau guru yang memiliki murid autis tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari kita terhadap masalah yang kita punya dan mimpi yang kita harapkan. Narasumber di seminar itu menjelaskan bahwa orang tua atau guru yang memiliki anak atau murid yang autis itu merupakan orang yang telah dipilih Allah karena mereka pasti mampu mendidik anak dan murid mereka menjadi seperti orang normal lainnya. Anak-anak itu jangan dianggap sebagai beban tapi anggaplah mereka sebagai “special gift” yang diamanahkan kepada kita karena kita adalah orang-orang terpilih yang diberi kesempatan untuk mendidik anak-anak special itu.
                Jadi apa hubungannya kalimat judul diatas dengan kehidupan sehari-hari kita?. Erat sekali hubungannya kawan. Bagaimana tidak kita sering mengabaikan anugerah yang telah diberikan kepada kita dan mengharap sesuatu yang lebih hebat seperti orang lain lakukan. Kita tidak pernah mencoba memposisikan diri ketika kita diposisi orang tersebut, apakah kita mampu melakukannya?. Bukannya kita tidak mampu tapi kita belum memampukan diri untuk melakukan atau menerima hal tersebut. Saya teringat sebuah pengalaman yang saya alami empat tahun lalu (pernah saya ceritakan di satu tulisan saya “rencana oh rencana”), dimana orang tua saya sangat mengharapkan saya untuk masuk di jurusan yang paling bergengsi pilihan sejuta umat. Yeah...kawan pasti tahu jurusan apakah itu :). Pada kasus saya ini saya merasa sudah memampukan diri untuk masuk di jurusan itu sampai saya dua tahun berturut-turut mengikuti ujian masuknya. Tapi memang Allah tidak akan memberikan sesuatu yang hambanya tidak sanggup menjalakannya. Saya tidak berjodoh dengan jurusan tersebut hingga saya mendapatkan gelar S.Pd.I sekarang ini. Apakah saya kecewa?, pasti kawan!. Bagaimana tidak kecewa pada diri ini ketika kita tidak mampu memenuhi apa yang orang tua tercinta kita harapkan. Tapi apa hendak dikata yang lalu biarlah berlalu. Dan sekarang saya baru menyadari ketika saya melihat bagaimana teman-teman hebat saya yang belajar di jurusan tersebut, jika lah Allah memberikan kesempatan saya untuk belajar di jurusan tersebut pastilah saya akan berhenti di tengah jalan karena saya merasa saya tidak memiliki kemampuan setinggi itu dan adik-adik saya dipastikan tidak bisa melanjutkan kuliah karena biaya studi di jurusan itu saja setara dengan pendidikan S2 :).
                Well...begitu juga dengan mimpi-mimpi yang kita harapkan. Maka mampukanlah diri kita untuk meraih apa yang kita mimpikan. Jika Allah belum memberikan kesempatan, jangan lah berkecil hati karena pada dasarnya Allah sayang kepada hambanya dan DIA tidak ingin hambanya memikul sesuatu yang tidak sesuai dengan kapasitasnya. :)
               

Suatu Masa



Di  suatu masa yang berbeda
Tumbuhlah beberapa harapan dan asa
Tersiram hujan do’a
Terpupuk oleh usaha

Di suatu masa yang berbeda
Aku dan kamu bersama
Membangun impian
Merajut tawa dan duka
Menjadi bahagia

Di suatu masa yang berbeda…
terlalu larut sudah untuk berangan-angan
*selamat malam :)
 
El Rocío del Alma Blog Design by Ipietoon