*sesuatu yang tak semestinya tertuliskan*

Telah jauh kita melangkah
berhari, berbulan dan bertahun
meninggalkan setiap jejak
dalam memori ini

Ketika awal bermula
Pasti ada akhir berakhir
Mau tidak mau
Siap tidak siap
Masa itu akan datang

Sebuah waktu dimana perasaan dipermainkan
Dimana takdir terbaca
Hanya untuk sebuah kepastian
Bahwa untuk sementara perjalanan kita
Telah usai

Mengapa Kita Tidak Sukses? (Part I)


Siapa sih yang tidak mau sukses? Bisa meraih apa yang kita inginkan dan cita-citakan. Tapi pada dasarnya hukum alam itu tidak bisa kita elak. Pernahkah kamu mendengar pepatah “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”?  Aku yakin kawan-kawan semua pasti mengerti makna dibalik pepatah itu dan aku rasa itulah prinsip sukses sebenarnya. Dimana ketika seseorang ingin mendapatkan sesuatu ia harus “bersakit-sakit” dahulu. Semuanya harus ditempa dengan sedemikian rupa agar “kesenangan” pantas kita dapatkan.
Ironisnya, zaman sekarang, pepatah itu sering terbalik “ bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian”. Contoh kecil saja, sekarang ini pertumbuhan kenderaan bermotor begitu pesat. Baik dari kalangan mahasiswa sampai pelajar SMP telah memiliki motor pribadi bahkan mobil pribadi. Meskipun itu pemberian orang tua mereka. Ingin kemana saja tinggal menstarter motornya dan sampailah kemana saja yang kita inginkan. Dalam hal ini bukan masalah mobil atau motor yang mereka gunakan, tapi fasilitas yang begitu lengkap yang orang tua berikan kepada anak-anaknya dengan tujuan mempermudah mereka dalam menuntut ilmu. Di lain hal, fasilitas-fasilitas itu sering memanjakan kita. Padahal, jika kita pintar memanfaatkan itu semua kita bisa lebih sukses dari apa yang kita harapkan.
Aku yakin kita semua sering mendengar cerita ayah, bunda, om,tante,  guru-guru dan orang-orang hebat disekitar kita tentang suka duka mereka dalam menuntut ilmu atau dalam hal apapun yang telah menempa mereka menjadi orang sukses seperti sekarang ini. Dengan segala keterbatasan materi bahkan fisik, mereka mampu mencapai apa yang mereka inginkan. Bahkan aku pernah mendengar seorang temanku yang berangkat kuliah dengan Labi-labi (angkot) dengan alasan ayahnya tidak ingin ia manja dengan fasilitas yang ada padahal ia termasuk dari kalangan yang mampu lho…
Mungkin timbul pertanyaan dari teman-teman, haruskah kami meninggalkan semua fasilitas-fasilitas ini? Jawabannya TIDAK PERLU, karenasemua itu tergantung pada niat dan semangat yang kita punya. Ketika semangat dan keinginan didukung oleh failitas-fasilitas tersebut maka akan semakin mudah jalan yang kita lalui. Satu hal yang patut diingat, Janganlah kita manja dengan kemudahan-kemudahan yang telah tersedia tetap berusaha melakukan yang terbaik. Pergunakan semua fasilitas-fasilitas tersebut dengan bijak niscaya kesuksesan aka nada dalam genggaman. Salam SUKSES J

Kembali Menulis


Kembali menulis
Walaupun beribu kata terlintas
Tapi tak kuasa merangkai kata-kata

Kembali menulis
Bijak hati, semangatkan diri
Walau bak api membara lantas padam
Kemudian kembali memerah
Pantang bergundah gulana

Kembali menulis
Selaksa duka
Secercah bahagia
Apapun itu
Menulis bagian dari sedekah

Kembali menulis
Tentang apa saja
Sekata, sekalimat atau separagraf
Yang penting semua telah tertuang
Semoga bermanfaat bagi umat

Mana Boleh KALAH..


        Senang rasanya melihat jiwa-jiwa muda yang begitu semangat mencoba berbagai hal. Aku rasa “experience is the best teacher” sudah melekat begitu erat pada jiwa-jiwa ini. Ah… selalu saja timbul pertanyaan, “kenapa aku dulu ngga seperti itu?”. Teman-teman pasti tau makna dibalik ungkapan itu, yeah sebuah penyesalan yang hadir manakala seseorang yang mungkin tak lebih hebat dari kita mampu menembus apa yang tak bisa kita capai. Bukan penyesalan atas kesuksesannya tapi lebih kepada penyesalan terhadap diri yang tak mampu menggapai apa yang ia capai padahal kita sama-sama makan nasi# lhoo..?? hehehe.
     Kembali lagi pada judul coretan ini, MANA BOLEH KALAH…Pasti dunk, mana boleh kita kalah dari persepsi-persepsi yang kita ciptakan sehingga langkah kita terhenti dan kembali mundur pada titik awal..oh no!!!. Menurut Desy (2013) *APA Style hihihi, kesadaran atau sering dimaknai dengan kata penyesalan memanglah perlu tapi jangan hanya berhenti di kesadaran saja tapi cobalah bergerak mengubah diri kea rah lebih baik. Komitmen sangat diperlukan dalam perubahan ini, jangan setengah-setengah tapi harus total.:)
   So apakah kita sudah terlambat dengan perubahan-perubahan itu?. Aku rasa tidak, kembali menyusun rencana & jangan pernah mau KALAH dengan keadaan yang bisa menjerumuskanmu kedalam jurang berbahaya. Yang paling terpenting niatkan semua kebajikan yang akan kita lakukan karena Allah SWT, niscaya Allah akan mempermudah segala urusan.
   Tetap semangat menjalani dan menjaga segala nikmat yang telah diberikan oleh ALLAH. Remember we were born as The WINNER, so mana boleh Kalah J…kalaupun sesekali kita merasakan kekalahan atau kegagalan, buka sedikit mata kita dan lihatlah hikmah yang kita dapatkan untuk kehidupan yang lebih baik. 

*smoga bermanfaat :)
 
El Rocío del Alma Blog Design by Ipietoon