Daffa Nail Al-Fatih

I and Aal


Daffa Nail Al Fatih namanya
Ganteng anaknya
Pintar dan juga shalih insyaalllah
Hadirnya 5 tahun yang lalu
Membawa warna tersendiri dalam hidupku
                AAL begitu sapaannya sehari-hari
                Putra tunggal dari Bunda Tia & alm. Om Isa
                Meski sang Ayah telah berpulang ke rahmatullah dua tahun yang lalu
                Aal tak larut dalam kesedihan berkepanjangan
                Ia mempunyai banyak “ayah” yang menyayanginya
    Ayahku yang ia panggil pakwa Dahlan
    Juga Ayah Sop dan ayah Is
    Serta Pakwa Tun dan Pakwa Nasir juga Om Mukhlis
   Yang menyayanginya sepenuh hati bak anak mereka sendiri

Walaupun Aal anak tunggal, ia tak pernah merasa sepi
Ia memiliki banyak abang, kakak juga adik
Betapa tidak, keluarga kami merupakan keluarga besar
Saling menyayangi dan menghormati adalah prinsip kami
Meski kami hanya sepupu tapi ikatan batin kami lebih dari itu

              Alhamdulillah, Aal merayakan ulang tahunnya yang ke 5
              Bertepatan dengan idul adha lalu
              Meskipun sang Ayah tak bisa menemaninya
              Seperti pada ultah pertamanya
              Aku yakin Aal tetap bahagia
              Bahagia memiliki mama yang hebat
              Bahagia memiliki “ayah-ayah” yang selalu ada baginya
              Bahagia semua kakak,abang dan adik-adik yng selalu mendukungnya
               Juga bahagia memiliki seorang mami(nenek) yang selalu menemaninya

Aal sayang…
Tumbuhlah menjadi seorang yang tangguh, shalih dan berpengetahuan luas
layaknya Sultan Muhammad Al Fatih sang penakluk konstatinopel
Selalu memberikan yang terbaik bagi agama dan bangsa
Sehingga Mama, Ayah dan kami bangga memilikimu... 
                 
               
               





               

New part of my life :)


BP2IP Malahayati merupakan singkatan dari Balai Pelatihan & Pendidikan Ilmu Pelayaran Malahayati. Sudah pasti disini merupakan tempat para taruna yang ingin belajar untuk menjadi seorang pelaut yang handal. BP2IP Malahayati Aceh satu-satunya Balai pelatihan pelayaran di Sumatera. Sempat terfikir oleh saya mengapa harus dibangun di Aceh. Ternyata salah satu alasannya karena seorang admiral tangguh yang paling ditakuti musuh itu lahir di Aceh siapa lagi kalau bukan Laksamana Malahayati the first woman admiral in the world. Semangat itu lah yang mungkin ingin dibentuk pada taruna/I di BP2IP ini.
                 Taruna/i di BP2IP Malahayati memiliki jadwal kegiatan yang sangat padat. Mulai dari bangun pagi sampai sebelum istirahat pada malam harinya, semua itu terstruktur dengan jadwal yang rapi sehingga mereka harus membiasakan diri disiplin terhadap waktu. Para taruna/I tidak hanya diajarkan untuk tangguh dari segi fisik tapi juga harus tangguh dari segi intelektualitas, sikap dan kreatifitas. Selain kegiatan inti belajar mengajar, banyak kegiatan penunjang lainnya untuk membentuk mereka menjadi pelaut yang professional dan handal. Salah satunya adalah ko-kurikuler bahasa inggris yang diadakan setiap hari dari jam 0700-0800. Mengapa ko-kurikuler ini menjadi penting bagi taruna disamping kegiatan-kegiatan lainnya? Karena mereka dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan bahasa inggris. Hal ini dibiasakan agar mereka nantinya ketika berlayar mampu berkomunikasi dengan orang di seluruh penjuru dunia.
Ehmm… Pada awalnya ada rasa gundah di hati ketika menerima tawaran mengajar di BP2IP Malahayati. Bagaimana tidak, saya harus mengajar dihadapan para taruna yang notabene nya kaum adam semua...dan itu menjadi momok tersendiri bagi saya tapi seiring waktu saya akhirnya terbiasa dan tidak terasa sudah tiga bulan saya berbagi ilmu di sini… banyak hal yang mewarnai kehidupan saya selama tiga bulan terakhir ini. Terbiasa bangun pagi-pagi sekali, berjumpa dengan banyak orang dari berbagai suku serta belajar banyak hal-hal baru.
Pada dua bulan pertama saya mengajar di kelas Teknika I B, mereka sudah saya anggap seperti adik sendiri. Terasa berat memang ketika kelas harus di –hand over. Tapi saya meyakinkan diri bahwa saya harus juga bisa bersosialisasi dengan taruna/I dikelas lainnya. Dan Praise be to Allah saya mendapat keluarga baru di kelas Nautika III C. Oh ya sebagai informasi, BP2IP memiliki dua jurusan yaitu teknika dan nautika. Semoga kedepannya, saya berkesempatan untuk berbagi ilmu dengan kelas-kelas lainnya.:)
Meski jarak yang harus ditempuh ke BP2IP lumayan jauh dari rumah dan juga terkadang tarunanya lebih sering tidur di kelas dikarenakan aktifitas mereka yang padat, saya harus selalu menjaga semangat dan memberikan yang terbaik bagi mereka. Dan saya juga berharap mereka menyadari bahwa bahasa inggris itu penting bagi mereka sehingga mereka bisa lebih focus di kelas. Tetap semangat cadets :D.

I and Cadets of Teknika 1 B
I and some cadets of Nautika III C





               

Listen to "Kiss Rain"



Air mata itu pun perlahan mengalir
Bukan karena sakit
Atau bahagia
Mungkin ia ingin mengungkapkan suatu rasa
Yang tak bernama dalam kamus terlengkap sekalipun

Teruntuk kamu sayang…
Maafkan aku yang selalu berlebihan
Teruntuk kamu cinta
Maafkan aku yang tak kunjung paham

Biarlah air mata ini berderai
Biarlah ia lepas dari segala belenggu rasa yang tak mampu ia ucapkan
Semoga hujan kembali datang
Semoga rinai menyeka sembab



Menyendiri

Menyendiri
Inginku kali ini
Sekali-kali tak mengapa
Berbaring disamping tingkap
Menyelip pandang keluar
Berharap deburan ombak menyapa
Tak mengapa aku masih bisa merasakannya
Tinggal pejamkan mata
Kemana saja kan tiba

Yang penting sendiri
Untuk kali ini saja
Karena rinai sedang menari indah
Mendung pun gagah menyelimuti cakrawala
Smoga sakit menjadi sembuh
Semoga duka menjadi tawa
Ramadhan bawakan berkah
Ingatkan diri yang menyendiri

Ayah, aku...

Ayah…

Bintang malam ini pudar

Bulan juga tak nampak

Angin menderu kencang

Gelegar petir samar-samar terdengar

                Jika engkau disini

               Mungkin lengan hangatmu kan merangkulku

               Menenangkan hati kecut ini
Ayah…

Aku rindu

- Tanpa Judul -



Merayu senja

Tak menjamin malam kan tunduk 

Menyapa awan

Tak menjamin hujan kan patuh

            Berjalanlah, 

Meski kerikil kecil mengusik

Buih bosan mengapung

Daun pasrah tertiup badai

Masih dengan luka yang sama

Tersandung lagi

Selaksa debu menghancurkan segalanya

Seulas senyum mampu menghapus semua duka

Tapi tidak padanya

 
El Rocío del Alma Blog Design by Ipietoon