Benar saja semua harus dimulai dari
membaca. Iqra’… bukankah itu bunyi
awal wahyu pertama yang Allah turunkan kepada Rasullullah. Inilah yang menjadi
permasalahan dari dulu hingga sekarang. Betapa tidak, kita sangat MALAS untk
membaca. Bahkan terkadang untuk sebulan saja belum tentu satu buku tamat kit
abaca. Apalagi Alqur’an yang merupakan sumber inti dari ilmu pengetahuan
semesta.
Adapun dalam dunia tulis menulis
(bagi yang hobi). Membaca merupakan hal penting yang harus rutin dilakukan oleh
seorang penulis. Mungkin kita memiliki milyaran ide yang ingin kta tumpahkan
pada LCD laptop kita. Tap ketita jari mulai menyentuh keyboard, berpendarlah
ide2 tersebut hilang ntah kmana. Oleh karena itu WAJIB bagi kita untuk
memperbanyak bacaan kita, memperkaya kosakata sehingga kita mampu menyuguhkan
ide2 hebat kita secara apik dan menarik serta renyah untuk dibaca.
Membaca merupakan bagian dari
riset. Dalam menulis sesuatu kita perlu bukti2 akurat yang menunjang opini
kita. Jika hanya sekadar opini maka lemahlah tulisan kita. Riset tidak hanya
membaca buku tetapi bisa pula membaca alam, lingkungan bahkan membaca
pengalaman. Banyaknya “meriset” dapat memperluas argument kita dan pastinya
tulisan yang dihasilkan tidak monoton.
So, mari riset sebelum menulis agar
tulisan kita semakin bermakna.


0 comments:
Post a Comment